Berita
Selamat Datang Selamat Belajar Kembali Siswa Kelas VII dan…

Selamat Datang Selamat Belajar Kembali Siswa Kelas VII dan VIII SMPIT Harapan Bunda Semarang
” Semangat Belajar Semangat Berprestasi”











Berita

Selamat Datang Selamat Belajar Kembali Siswa Kelas VII dan VIII SMPIT Harapan Bunda Semarang
” Semangat Belajar Semangat Berprestasi”
Berita

Puji syukur kehadirat Allah SWT, pada kesempatan ini kita masih dipertemukan kembali dengan bulan yang penuh berkah dan kemuliaan yaitu Ramadhan. Sholawat serta salam kita haturkan kepada baginda nabi Muhammad SAW. Semoga kita semua tergolong umat yang mendapatkan syafaatnya didunia hingga diakhirat kelak..Aamiin.
Ramadhan sudah memasuki hari-hari terakhir, artinya Hari Raya Idul Fitri akan segera tiba. Idul Fitri merupakan kembalinya seseorang kepada keadaan suci atau keterbebasan dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, dan keburukan sehingga berada dalam kesucian atau fitrah untuk menjadi insan yang semakin baik dalam ketaatan.
Hari raya Idul Fitri merupakan hari raya kemenangan dimana umat muslim merayakannya dengan kembali “buka puasa” atau makan. Itulah mengapa salah satu sunnah sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri adalah makan atau minum walaupun sedikit. Hal ini untuk menunjukkan bahwa hari raya Idul Fitri 1 Syawal itu waktunya berbuka dan haram untuk berpuasa. Sering kali, banyak orang yang terlena dengan makna Idul Fitri. Tak sedikit orang yang membeli baju atau barang baru atau menyediakan makanan yang banyak. Memang, tak ada salahnya seperti itu. Namun, kita sebagai umat muslim tidak seharusnya berlebihan. Bagaimanapun juga, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memaknai Idul Fitri sungguh-sungguh. Bukan soal banyaknya makanan yang kita punya di hari raya ini, melainkan berapa banyak bantuan yang kita beri untuk mereka yang kekurangan. Bukan soal barang atau baju baru dan mewah, melainkan seberapa bersihnya hati kita untuk mau memaafkan orang lain.
Adab Menyambut hari raya Idul Fitri
Hari Raya Idul Fitri menjadi salah satu momen yang paling ditunggu oleh umat islam setelah menjalani puasa selama satu bulan. Suasana semarak bahkan telah terasa beberapa hari sebelum waktu kemenangan tiba.
Bagi umat islam, merayakan hari kemenangan bukan hanya sekadar bersenang-senang, melainkan menjadi momen untuk semakin menguatkan hubungan antar sesama dan Allah SWT.
Oleh karena itu, terdapat beberapa adab yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri dan bernilai ibadah di sisiNya. Pertama, menghidupkan malam sebelum hari raya dengan takbir. Kita dapat menghidupkan malam hari raya dengan mengumandangkan takbir secara bersama-sama di masjid atau pun sendiri di rumah. Selain itu, kita dapat menjalankan amalan dan ibadah sunnah lainnya untuk meningkatkan keimanan dan takwa kepada Allah SWT. Kedua, mandi sebelum sholat Ied. Sebelum melaksanakan sholat Ied saat Idul Fitri, umat islam dianjurkan untuk membersihkan diri dengan mandi. Hal ini dilakukan untuk menjaga kebersihan diri dari hadast kecil dan besar. Dari Nafi’ ia berkata: “Abdullah bin Umar biasa mandi pada hari Idul Fitri sebelum pergi ke tanah lapang.” (HR. Imam al-Bukhari). Ketiga, Menggunakan pakaian terbaik dan minyak wangi. Dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami punya, dan memakai wangi-wangian terbaik yang kami punya, dan berkurban dengan hewan yang paling mahal yang kami punya. (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak, hasan). Keempat, Makan Sebelum Sholat Idul Fitri. Sebelum berangkat sholat Idul Fitri, umat islam disunnahkan untuk makan terlebih dahulu. Hal ini berbeda dengan sholat Idul Adha yang menganjurkan untuk menyegerakan makan. Dari Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat sholat ‘ied pada hari Idul Fitri dan sebelumnya beliau makan terlebih dahulu. Sementara pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari sholat ‘ied baru beliau menyantap hasil kurbannya.” (HR. Ahmad 5:352). Alasan menyantap makanan sebelum melaksanakan sholat ied karena adanya larangan berpuasa pada hari tersebut sehingga sebagai pertanda bahwa saat Hari Raya Idul Fitri tak lagi berpuasa. Kelima, Saling bertegur sapa dan bersilaturahmi. Setelah melakukan sholat Idul Fitri dan khutbah selesai, sebaiknya bertegur sapa dan mengucapkan selamat dengan orang-orang di sekitar. Hal ini dilakukan untuk memperat tali silaturahmi yang terjalin sesama umat islam.
Semoga dihari yang fitri ini kita dapat kembali menjadi insan yang benar-benar suci dan insan yang semakin baik dalam ketaatan. Aamin.
Semarang, 13 April 2023
Dari berbagai sumber
Oleh: Nur Afni Sholihah Al Hafidzoh

Berita

Syukur Alhamdulillah Allah SWT masih memberikan kesempatan menikmati Ramadhan untuk kita semua sampai pada hari ini. Sholawat dan salam kita sampaikan pada uswah khasanah kita nabi agung nabi Muhammad SAW. Penulis mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan tentang malam Nuzulul Qur’an. Apakah malam nuzulul Qur’an itu?
Nuzulul Qur’an terdiri dari dua kata yakni Nazzala yang artinya diturunkan dan Al Qur’an artinya kitab Al Qur’an. Maka dapat kita artikan bahwa Nuzulul Qur’an adalah malam diturunkannya Al Qur’an pertama kali. penjelasan terkait turunnya Al Quran ini Allah sampaiakan dalam Firman-Nya QS. Al Baqoroh ayat 185
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ
Artinya : bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).
Sebagian ulama menyampaikan bahwa peristiwa Nuzulul Qur’an ini adalah malam diturunkannya Al Qur’an dari Lauh Mahfudz menuju langit ke satu (Baitul Izzah) dan pertama kalinya Wahyu Al Qur’an itu disampaikan malaikat Jibril kedalam hati Rasulullah SAW agar disampaikannya kepada manusia. Wahyu yang pertama yaitu QS. Al Alaq ayat 1-5 yang diturunkan di bulan Ramadhan ketika Rasulullah mengasingkan diri di gua Hira’.
Penjelasan terkait turunnya Al Qur’an ini juga Allah Sampaikan di QS Al Qodr : 1
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya :Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul qadar.
Dari ayat tersebut dapat kita ketahui bahwa malam diturunkannya Al qur’an ini disebut dengan malam lailatu Qodar.
Dan penjelasan terkait malam laiatul qodar ini Allah Sampaiakan di QS. Al Qodr ayat 2- 5
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Pertama : Malam itu adalah malam yang mulia
لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
‘Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan”
Malam yang lebih baik dari seribu bulan artinya amalan yang kita lakukan pada malam itu sebanding pahalanya dengan amalan yang dilakukan selama seribu bulan atau setara dengan 83 tahun. Padahal belum tentu usia kita bisa sampai 83 tahun tapi Allah memberikan jalur cepat ini khusus untuk umat nabi Muhammad melalui malam lailatu qodar ini. Semoga Allah mudahkan kita untuk bisa bertemu dengan malam yang mulia ini.
Kedua : Malam ditetapkannya semua urusan manusia
تَنَزَّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan
Jadi pada malam lailatu qodar itu para malaikat dipimpin oleh malaikta Jibril turun ke bumi untuk mengaminkan do’a do’a hamba yang bermohon kepada Alllah.pada malam itu Allah tetapka taqdir taqdir hambanya dari ajal sampai rezekinya, maka betapa beruntungnya kita jika saat penentuan taqdir itu kita sampaikan permohonan kita kepada Allah dan diaamiinkan para malaikat.
Ketiga : Malam penuh kesejahteraan
سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar
Jadi pada malam itu penuh kesejahteraan karena para malaikat akan menyertai hamba yang beribadah pada malam itu sejak ba’da Isya sampai dengan datangnya Fajar.
Kemudian Kapankah malam Lailatul Qodar itu terjadi?
Tentang penetuan waktu terjadinya malam lailatul qodar ini terdapat banyak Riwayat. Sebagian menentukan malam ke-17 dari bulan Ramdahan Sebagian yang lain menentukan malam ke-21, dan Sebagian yang lain lagi menentukan pada malam ke-27 dari bulan Ramadhan. Terlepas dari pendapat tersebut Karena begitu agung dan mulianya malam Lailatul qodar, Allah memang tidak menyampaikan waktu pasti terjadinya malam Lailatul qodar ini. dalam rangka agar kita bersungguh sungguh untuk bisa meraih malam yang mulia itu. Namun dalam hadis ash- shahihain ada rambu rambu terkait terjadinya malam yang mulian tersebut
تَحَرَّوْالَيْلَةَالْقَدْرِفِى الْوِتْر مِنَ الْعَشْرِالْاَخِرِمِنْ رَمَضَانَ
“Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir Ramadhan.” (Al-Bukhari)
Dari hadist tersebut kitab bisa mengira ngira kemungkinan besar malam lailatul qodar itu terjadi di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan maka sudah seharusnya kita semakin kuatkan lagi ibadah kita di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan ini sebagaimana yang sudah dicontohkan oleh nabi kita nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat.
Semoga allah mudahkan, membimbing, dan meridhoi kita semua untuk bisa bertemu dengan malam yang mulia itu yaitu malam lailatul qodar. Aamiin Allahumma aamiin.
Oleh : Qodriyah Al Hafidzoh

Berita

Bersyukur kepada Alloh karena kita masih dipertemukan dan mendapat kesempatan untuk berjumpa dengan bulan yang penuh kemuliaan yaitu bulan Ramadhan. Bulan suci yang kita nanti-natikan kedatangannya, karena dalam satu tahun hanya bisa kita jumpai satu kali. Maka kita tidak boleh melewatkan begitu saja. Untuk mengisi bulan Ramadahan yang berkah ini, perlu tekad yang kuat dalam diri kita untuk terus memaksimalkan amalan ibadah dalam keseharian.
Bulan Ramadhan merupakan bulan kegembiraan bagi umat islam. Alloh SWT memberikan banyak kemulian dan keberkahan serta melipatgandakan amal-amal kebaikan, Bagaimana umat islam tidak gembira dan bahagia menyambut bulan suci yang penuh berkah ini, karena banyak sekali keistimewaan diantaranya; Pertama, ditutupnya pintu neraka. Bulan Ramadahan yang suci ini Alloh SWT akan menutup pintu neraka dan setan-setan akan di belenggu.
“Telah datang Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan” (HR. Ahmad).
Kedua, dibukanya pintu surga. Di bulan ini, pintu-pintu surga akan terbuka bagi umat islam sesuai dengan hadist berikut:
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Jika telah datang bulan Ramadhan maka pintu-pintu surga akan dibuka, pintu-pintu neraka akan ditutup dan setan-setan akan dibelenggu dengan rantai.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketiga, dilipatgandakan pahala oleh Allah SWT. Sesuai dengan hadist berikut:
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. “(HR. Muslim)
Keempat, Sebagai bulan pengampunan. Setiap manusia pastinya tidak luput dari sebuah kesalahan. Bulan Ramadhan adalah kesempatan untuk bertaubat kepada Alloh SWT. Allah Taa’la membuka pintu taubat yang seluas-luasnya dan akan menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Sebagaimana hadist berikut.
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR.Bukhori Muslim)
Kelima, adanya malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Puncak keutamaan pada bulan Ramadhan terletak pada malam Laitul Qadar. Di malam Lailatul Qadar inilah pertama kali Al Quran diturunkan kepada nabi Muhammad shallahu alaihi wa sallam sebagai rahmat dan petunjuk bagi semesta alam.
“Carilah malam lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.” (H.R Bukhari)
Keenam, Bulan Mustajab untuk berdoa. Di bulan Ramadhan ini terdapat keistimewaan yaitu waktu mustajabnya doa. Berdoa merupakan suatu bentuk ikhtiar untuk mendapatkan hal yang diinginkan. Maka perbanyaklah doa di bulan Ramadahan ini. Dan tentunya masih banyak keistemewaan yang lain di bulan ini, karena bulan Ramadhan adalah bulan kemuliaan dan keberkahan. Tinggal bagaimana kita mengisi hari-hari di bulan ini dengan cerita-cerita yang akan meningkatkan kualitas iman dan taqwa. Ada beberapa tips agar bulan Ramadhan yang kita jalani penuh dengan keberkahan. Pertama, Sambut bulan Ramadhan dengan penuh bahagia. Salah satu keberkahan bulan Ramadhan dalam meraih predikat taqwa adalah rasa bahagia. Dengan rasa bahagia maka seseorang akan mempersiapkan diri dalam menyambut bulan Ramadhan baik fisik, mental, spiritual, maupun harta dan semangat dalam menyambut bulan Ramadahan. Kedua, memiliki target amalan yang akan kita lakukan di bulan Ramadhan. Untuk memberikan semangat pada diri kita dalam mengisi hari di bulan Ramadhan, maka sangat penting menuliskan progam apa saja yang akan kita capai di bulan Ramadhan ini. Sehingga kita bisa evaluasi diri apakah sudah melaksanakan amalan-amalan yang utama di bulan ini. Ketiga, Semangat dalam mengisi hari dengan amalan kebaikan. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh kebaikan, maka dari itu jangan sampai kita terlewat kesempatan emas ini. Hari-hari di bulan Ramadhan adalah yang paling utama, jam-jam di bulan Ramadhan juga yang paling utama, bahkan setiap nafas yang kita hembuskan itu pun juga paling utama. Maka jangan sampai sia-siakan waktu untuk mengisi amalan kebaikan di bulan Ramadhan. Keempat, Mempersiapkan ruhiyah dan mental. Bulan Ramadhan adalah ibadah yang tidak hanya melibatkan fisik tapi juga mental dan emosi. Puasa Ramadhan tidak hanya menahan lapar dan dahaga tapi juga harus mampu menahan amarah dan emosi maka memperbanyak sabar adalah salah satu kuncinya. Kelima, Memanfaatkan waktu di bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.
Agar kita mampu bertekad untuk memaksimalkan waktu di bulan Ramadhan, maka dengan menganggap bahwa ini adalah benar-benar Ramadhan terakhir bagi kita. Dengan kita berpikir seperti itu maka akan memberikan semangat kepada kita untuk tidak melewatkan bulan Ramadhan dengan begitu saja.
Disadur dari Sumber
10 Tips Menyambut Ramadhan Bulan Penuh Kemuliaan (sevenbrothers.id)
https://zakat.or.id/10-keutamaan-bulan-ramadhan/

Oleh : Umi Aimatin
Berita

Apakah ada sosok pahlawan yang begitu berarti dalam hidupmu? Sosok pahlawan yang sering digambarkan sebagai seseorang yang rela berkorban… Lebih mendahulukan kepentingan orang lain daripada diri sendiri.. Bagiku, Sosok pahlawan itu adalah IBU
Ibu adalah Seorang wanita yg berperan bagai jantung dalam rumah tangga.. Ketika dia berhenti bekerja maka berhentilah seluruh kehidupan di dalamnya.
Ibu adalah rumah bagi anak sebelum anak itu dilahirkan. Sembilan bulan ibu mengandung, kemudian melahirkan, mengasuh serta merawat anaknya. Perjuangan seorang ibu untuk anaknya memang bukanlah hal yang mudah, bahkan nyawapun menjadi taruhannya. Ibu selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya, memberikan kasih sayang yang tak terhingga untuk anaknya. Ibu begitu tulus, ikhlas sepenuh jiwa dan raga memberikan kasih sayang dan perhatiannya. Tanpa pamrih dan mengharap imbalan apapun dari anaknya
Ibu itu menimang anak dengan kelembutan tangan kirinya dan mengguncang dunia dengan kekokohan tangan kanannya.
Bagiku, Ibu mempunyai peranan sangat penting. Ibu adalah “Menteri Pendidikan” bagi anak-anaknya. Seorang penyair ternama Hafiz Ibrahim mengungkapkan sebagai berikut : “Al-Ummu madrasatul ula”.
Artinya : Ibu adalah madrasah (Sekolah) pertama bagi anaknya.
Dari ibulah seorang anak banyak belajar hal-hal baru dalam hidupnya. Belajar berbicara, belajar memakai pakaian sendiri, belajar cara makan, melatih motorik kasar dan halus.
Ibu adalah pengajar, pembimbing serta penasehat terbaik bagi anaknya. Ketika seorang anak tengah dalam masalah, ketika seorang anak tengah gundah dan gelisah. Ibu adalah tempat ternyaman untuk mencurahkan isi hati.
Ibu adalah “Menteri Kesehatan” bagi keluarganya. Yang selalu memperhatikan asupan nutrisi bagi anggota keluarga, menyajikan hidangan makanan setiap hari meski kondisi tubuhnya sedang lelah, hingga merawat anggota keluarga yang sakit dengan penuh kesabaran.
Ibu adalah “Menteri Keuangan” yang mengelola pemasukan dan pengeluaran setiap harinya, memastikan semua kebutuhan terpenuhi, hingga menentukan jumlah pengeluaran dan prioritasnya.
Ibu adalah “Manajer” yang berperan untuk memastikan setiap tugas dan fungsi dalam keluarga berjalan sebagaimana mestinya. Memastikan rumah menjadi tempat paling nyaman bagi keluarga baik dari segi kebersihan maupun suasana di dalamnya.
Lalu…. Kita sebagai anak, sudahkah membahagiakan IBU? …
Bukan hanya hari ini 22 Desember ku sampaikan Selamat Hari Ibu tetapi setiap hari, karena bagiku kasih sayangnya, do’a-do’a terindahnya selalu membersamai perjalanan hidupku… Dan teruntuk seluruh ibu di penjuru dunia, semoga Allah SWT selalu merahmati mu, memuliakan mu, dan memberikan balasan kebaikan sempurna atas jerih payahmu utk keluarga… Aamiin
Oleh : Inke Novita, S.E.

Berita

🏆 INFO PRESTASI SPANDA 2022 🏆
Assalamualaikum Wr Wb
Barakalloh kepada
Lingga Nisrina Nurhanifa kelas 8D
yang telah meraih
🥈 JUARA 2 Kumite dan Juara 3 Kata Tingkat Kota Semarang Kejurdo (Kejuaraan Antar Dojo) Karate KAPOLRESTABES Kota Semarang Cup Tahun 2022
Semoga prestasi yang diraih dapat memotivasi siswa-siswi SPANDA untuk semakin bersemangat dalam berkarya Aamiin
Wassalamualaikum Wr Wb
#SalamPrestasi
#PrestasiSPANDA
#SPANDAJAYA
Berita

Semarang (13/12) Bu Does Ichnatun selaku pengawas sekolah SMPIT Harapan Bunda melaksanakan kunjungan rutin di SMPIT Harapan Bunda Semarang. Kegiatan kunjungan di SMPIT Harapan Bunda diisi dengan berbagai sosialisasi yang dihadiri semua guru dinas SMPIT Harapan Bunda.
Semua Guru SMPIT Harapan Bunda diminta menyiapkan perangkat ajar yang telah dibuat seperti CP, TP, ATP dan sample modul ajar yang akan dicek oleh ibu pengawas sekolah . Dengan kunjungan rutin pengawas sekolah di SMPIT Harapan Bunda ini diharapkan agar kualitas sekolah selalu meningkat, dan juga mampu menjalankan program-program yang telah dicanangkan.

Berita

Barokallah
SMPIT Harapan Bunda Semarang
Telah Ter LISENSI
dengan Kategori BAND 5 (Sangat Baik)
Oleh Badan Lisensi Sekolah Islam Terpadu (BLSIT) JSIT Indonesia
Tahun 2022
Berita

Barakallah Kepada Ustadzah Siti Chotimah, S.Pd Atas Prestasinya Barokallah
SMPIT Harapan Bunda Semarang
Telah Ter LISENSI
dengan Kategori BAND 5 (Sangat Baik)
Oleh Badan Lisensi Sekolah Islam Terpadu (BLSIT) JSIT Indonesia
Tahun 2022
Berita

Barakallah Kepada Ustadzah Sisca Afriyanti, S.Pd Atas Prestasinya Meraih Juara 2
Tingkat Provinsi Jawa Tengah
Lomba Design ADLX INTROFLEX dengan Pendekatan Terpadu