Berita
Barakallah Atas Prestasi Shafia Zarya Lakeisha Kelas VIII C












Berita

Berita

Barakallah Atas Prestasi Khansa Gestylania Kelas VIII C SMPIT Harapan Bunda Semarang yang Telah Meraih Mendali Perak Olimpiade Alberta Competition 2.0 Tingkat Nasional Jenjang SMP Bidang Bahasa Indonesia dan IPS Tahun 2023
Berita

Assalamualaikum Wr Wb
Barakallah Fiikum kepada ananda yang telah menyelesaikan Tasmi’ sekali duduk :
⭐Tasmi’ Juz 2 sekali duduk
Aisyah Rahmani Kelas 7B
⭐Tasmi’ Juz 29 sekali duduk
Farrel Nicholas Sigit Kelas 9A
⭐Tasmi’ Juz 29 Sekali duduk
Abdullah ‘Azzam Kelas 9A
⭐ Tasmi’ Juz 30 sekali duduk
Quinsha Latifa Ulya Kelas 9D
Semoga prestasi yang diraih dapat menginspirasi siswa-siswi SPANDA untuk semakin bersemangat dalam menghafal Al Qur’an. Aamiin
Wassalamualaikum Wr Wb
#SalamPrestasi
#PrestasiSPANDA
#SPANDAJAYA
Berita

Polusi dan kemacetan lalu lintas sepertinya telah menjadi pemandangan sehari-hari khususnya di kota-kota besar. Di jalan-jalan tertentu, khususnya pada jam-jam kerja sudah dipastikan jalanan akan macet. Adakah alternatif untuk mengurai kemacetan ini? Kita harus optimis bahwa tidak menutup kemungkinan masalah kemacetan dapat diatasi, tentu saja, hal ini memerlukan dukungan dan kesadaran dari berbagai pihak baik masyarakat, pemerintah dan aparat lalu lintas.
Faktor kemacetan
Masalah kemacetan lalu lintas terjadi karena beberapa faktor pertama, penggunaan kendaraan pribadi selain menyebabkan bertambahnya polusi udara dan suara, juga menyebabkan kapasitas jalan raya terkesan sempit, walaupun hanya di beberapa jalan utama saja, sehingga sering terjadi kemacetan yang luar biasa tidak hanya pada jam-jam sibuk. kedua, belum tersedianya lahan parkir khusus. Beberapa tempat parkir saat ini belum dikelola secara maksimal dan belum cukup memadai untuk menampung banyaknya kendaraan sehingga tempat-tempat parkir masih memanfaatkan bagian tepi jalan raya yang memicu semakin sempitnya jalan, jalanan menjadi tidak rapi dan mengganggu pemandangan. Parkir kendaraan di pinggir jalan khususnya mobil, menghabiskan hampir separuh jalan, selain menyebabkan macet juga membuat jalanan menjadi sesak. ketiga, zebra cross belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para pejalan kaki. Umumnya mereka masih memilih menyeberang di tempat yang mereka kehendaki sehingga menambah lalu lintas semakin semrawut.
Perlu solusi
Mengurangi problem kemacetan di kota-kota besar, salah satunya bisa dengan melakukan optimalisasi penggunaan BRT (Bus Rapd Transit) yang sudah ada di kota-kota besar.
Adanya BRT (Bus Rapid Transit) merupakan satu inovasi dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan transportasi umum. Namun, kehadiranya masih perlu dikelola secara maksimal. Kenyamanan dan efisiensi BRT menjadi hal terpenting dalam pelayanan terhadap penumpang, karena kedua hal itu menjadi daya tawar untuk menarik masyarakat agar beralih ke penggunaan transportasi umum sehingga pemakaian kendaraan pribadi akan berkurang. Rute BRT juga harus strategis, sehingga menjangkau masyarakat di berbagai wilayah di kota tersebut. Bila BRT sudah difungsikan secara optimal, memungkinkan dapat mengurangi pemakaian kendaraan pribadi, sehingga dapat mencegah kepadatan lalu lintas. Selain itu, untuk mencegah agar para penyeberang jalan tidak menyeberang di tempat yang tidak semestinya, maka traffic light tidak hanya di pasang di perempatan atau pertigaan jalan saja, tetapi di tempat-tempat zebra cross berada. Demi ketertiban lalu lintas, pemerintah dalam melalui kepolisisan lalu lintas harus mensosialisasikan secara terus menerus bahwa kendaraan harus mendahulukan penyeberang jalan, tetapi realitasnya sebaliknya, para penyeberang jalan biasanya mendahulukan pengguna kendaraan karena saking banyaknya kendaraan yang melaju kencang walaupun terdapat zebra cross. Maka, demi keselematan, para penyeberang jalan terpaksa menunggu lama untuk kendaraan lewat hingga jalan benar-benar aman untuk menyeberang.
Di Negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, traffic light diberlakukan di setiap zebra cross, bahkan di jalan satu arah sekalipun. Traffic light biasanya dikontrol sendiri oleh penyeberang jalan karena di tiap tiang traffic light diberi tombol yang ketika di pencet maka dalam 10 detik traffic light akan menyala merah, sehingga penyeberang jalan dapat menyeberang dengan aman tanpa menunggu lama hingga kendaraan habis. Cara demikian akan lebih efektif dan efisien karena penyeberang tidak perlu risau lagi ketika harus menyeberang karena Traffic Light dikendalikan sendiri oleh penyeberang jalan. Fasilitas seperti ini baru ada di Jakarta pada masa Gubernur DKI Anies Baswedan dengan penataan program tata kotanya. Tentu kita berharap, hal ini bisa diterapkan di semua kota besar di seluruh Indonesia.
Budayakan Jalan kaki
Membudayakan jalan kaki di area pusat kota seperti alun-alun, barangkali bisa menjadi solusi alternatif untuk mengurangi pemakaian kendaraan pribadi. Tentu saja, harus dimulai dengan daya dukung infrastruktur di area “city walk” khususnya di sepanjang jalan utama, alun-alun dan tempat-tampat strategis lainnya. Di sepanjang trotoar bisa dibuat agar para pejalan kaki merasa nyaman dengan ditanami pepohonan di setiap sisi-sisinya, sehingga dapat menciptakan suasana teduh dan rindang. Selain itu, beberapa pedagang kaki lima yang masih menggunakan trotoar untuk berdagang bisa menggunakan tempat yang lebih sesuai demi ketertiban dan keindahan. Trotoar hanya diperuntukan oleh para pejalan kaki saja. Berjalan kaki, Selain dapat mengurangi polusi, kemacetan lalu lintas, juga dapat mengurangi kepadatan lahan parkir. Selain itu, berjalan kaki juga menciptakan tubuh lebih bugar dan sehat serta bebas polusi. Butuh edukasi menyeluruh dan konsisten kepada masyarakat.
Tidak ada salahnya, berkaca dengan Negara tetangga baik Singapura, Malaysia, Jepang dan Negara-negara maju lainnya. Tidak hanya, lalu lintasnya yang tertib, tetapi kawasan “city walk” di sana juga berfungsi secara optimal. Maka, tidak menutup kemungkinan bahwa di kota-kota besar di Negara kita, dapat menjadi kota yang nyaman dengan lalau lintasnya yang teratur. Tentu saja, dengan kerja sama berbagai pihak baik yaitu pemerintah, masyarakat dan aparat.
* Pemerhati masalah lingkungan dan pendidikan, tinggal di Semarang.
Oleh : Sugiharti
Berita

Ustadzah Siti Chotimah, S.Pd., Kepala SMPIT Harapan Bunda Semarang bersama dengan 35 Kepala Sekolah Percontohan “Sekolah Jujur Sekolah Saya” lainnya mengikuti Sarasehan (Hari Anti Korupsi Sedunia) HAKORDIA 2023 dengan tema “Sinergi Lawan Gratifikasi untuk Semarang Hebat” dan penyerahan SK “Sekolah Jujur Sekolah Saya” dari Wali Kota Semarang, Selasa (5/11) dari pukul 07.00-12.00 WIB di Hotel Gumaya Semarang.
Sarasehan HAKORDIA tahun 2023 yang diselenggarakan oleh inspektorat Pemerintah Kota Semarang ini bertujuan mengajak semua stakeholder untuk bersinergi berantas korupsi khususnya di kota Semarang untuk Indonesia maju, contoh terkecilnya gratifikasi.
Total peserta mencapai 600 orang terbagi via daring dan luring. Acara dibuka oleh Ibu Walikota Semarang, Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, M.Sos. via daring. Diakhiri dengan penyerahan SK “Sekolah Jujur Sekolah Saya” dari Wali Kota Semarang.
#sitharapanbundasemarang
#pbitharapanbundasemarang
#kbitharapanbundasemarang
#tkitharapanbundasemarang
#tkitharapanbunda2semarang
#sditharapanbundasemarang
#smpitharapanbundasemarang
#smaitharapanbundasemarang
#rumahtahfidzharapanbundasemarang
#sekolahterbaikdisemarang
#sekolahkerensemarang
#sekolahhebatsemarang
Berita

Segenap Keluarga SMPIT Harapan Bunda Semarang Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Dilantiknya Bapak Erwan Rachmat, S.Pd., M.Pd Sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang
Berita

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Barakallah Kepada Ustadzah Puji Astutik, S.H. (Guru Mapel Tahsin Tahfidz)
Atas prestasinya sebagai Juara Terbaik kategori SMPIT Harapan Bunda Mapel Tahsin Tahfidz dalam Lomba Pembelajaran ADLX Introflex dan Keterpaduan
Dalam Rangka Hari Guru Nasional 2023 se- SIT Harapan Bunda Semarang.
Berita

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Barakallah Kepada Ustadzah Umi Aimatin, S.Pd. (Mapel Bahasa Indonesia)
Atas prestasinya sebagai Juara Terbaik kategori SMPIT Harapan Bunda Mapel Bahasa Indonesia dalam Lomba Pembelajaran ADLX Introflex dan Keterpaduan
Dalam Rangka Hari Guru Nasional 2023 se- SIT Harapan Bunda Semarang.
Berita

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Barakallah Kepada Ustadzah Sugiharti, S.Pd (Guru Mapel Bahasa Inggris)
Atas prestasinya sebagai Juara Terbaik kategori SMPIT Harapan Bunda Mapel Bahasa Inggris dalam Lomba Pembelajaran ADLX Introflex dan Keterpaduan
Dalam Rangka Hari Guru Nasional 2023 se- SIT Harapan Bunda Semarang.
Berita

Guru memiliki peran layaknya seorang petani yang menyemai benih tanaman. Peserta didik diibaratkan seperti benih tanaman yang siap disemai, ditanam, dan dirawat dengan penuh kasih sayang.
Guru sebagaimana petani, yaitu memelihara, memberi pupuk dan air, membasmi ulat atau jamur-jamur yang mengganggu tanaman serta perawatan lainnya.Tanah atau media tanam, ibarat lingkungan sekolah yang menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya tanaman. Kualitas tanah sangat dipengaruhi oleh kesabaran dan ketekunan petani dalam mengolah dan menggemburkan tanah tersebut. Begitu pula peran guru dalam tumbuh kembang peserta didik.
Setiap tanggal 25 November kita memperingati Hari Guru Nasional (HGN). Hari tersebut menjadi momen yang tepat untuk melakukan refleksi atas tugas dan peran guru sebagai pilar utama dalam pendidikan generasi bangsa. Peringatan ini sering diisi dengan berbagai kegiatan seperti upacara, penghargaan kepada para guru, serta refleksi bersama mengenai tantangan dan perkembangan pendidikan di Indonesia. Melalui HGN, masyarakat diharapkan dapat lebih menghargai dan mendukung upaya guru dalam mencetak generasi yang berkualitas, cerdas, dan bertanggung jawab.
Hari guru tahun ini, kita dapat merefleksi makna pendidikan dan peran guru di dalamnya. Kata ‘Pendidikan’ dan ‘Pengajaran’ itu sering kali dipakai bersama-sama. Sebenarnya gabungan kedua kata itu dapat mengeruhkan pengertian aslinya. Menurut Ki Hajar Dewantara, yang dinamakan ‘pengajaran’ (onderwijs) itu merupakan salah satu bagian dari pendidikan. Maksudnya, pengajaran itu tidak lain adalah pendidikan dengan cara memberi ilmu atau berfaedah buat hidup anak-anak, baik lahir maupun batin. Sedangkan pendidikan diartikan sebagai ‘tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak’. Pendidikan memiliki tujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada peserta didik, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Tugas mulia seorang guru adalah ‘menuntun’ tumbuh kembang peserta didik sesuai kodratnya. Mereka bukanlah selembar kertas kosong tanpa kodrat dan latar belakang, tetapi membawa keunikan dan latar belakang lingkungan dan keluarga yang berdeda-beda.Tentunya, peserta didik perlu mendapatkan tuntunan agar semakin baik budi pekertinya. Anak yang dasar jiwanya kurang baik dan juga belum mendapat tuntunan pendidikan yang baik, tentu akan mudah menjadi orang yang tidak berbudi pekerti . Anak yang sudah baik dasarnya juga masih memerlukan tuntunan dan penguatan. Dengan tuntunan itu, ia tidak hanya mendapatkan kecerdasan yang lebih luas, tetapi juga dapat terlepas dari segala macam pengaruh buruk. Tidak sedikit anak yang baik dasarnya, tetapi karena pengaruh-pengaruh buruk, kemudian menjadi orang-orang berperilaku buruk. Pengaruh yang dimaksudkan yaitu pengaruh yang muncul dari beragam jenis keadaan. Anak yang satu mungkin hidup dalam keluarga yang serba kekurangan, sehingga ditemui beragam jenis kesukaran yang menghambat kecerdasan budi pekerti anak. Bisa juga, dalam keluarga itu berkecukupan harta, tetapi amat kekurangan budi pekerti, sehingga anak-anak mudah terkena pengaruh yang tidak baik.
Guru berperan dalam menuntut tumbuh kembang dan kodrat peserta didik. Ibarat sebutir biji jagung yang memiliki kualitas baik, dan jatuh pada tanah yang subur dan mendapatkan sinar matahari cukup. Maka, pemeliharaan dari petani tetap diperlukan untuk mencegah berkembangnya gulma, hama pengganggu, atau terpaan angin dan banjir yang dapat merusak tumbuh kembang tanaman. Begitu pula dengan biji jagung yang berkualitas rendah dan dipadukan keadaan tanah yang tidak baik, maka biji jagung perlu lebih mendapatkan perhatian yang menyeluruh. Dengan adanya peran dari petani, maka biji yang diibaratkan sebagai peserta didik akan dapat tumbuh lebih baik sampai akhirnya tumbuh dewasa dan siap dipanen selayaknya seorang anak yang sudah dewasa dan siap memberikan kontribusi kepada Masyarakat, bangsa, dan agamanya.
Terima kasih atas kesabaran, kebaikan, dan dedikasi para guru di seluruh Indonesia. Guru memang bukan orang yang hebat, tetapi orang hebat berawal dari jasa seorang guru.